WIWIN DONGENG MANAGEMENT FANS

Kawah Kepemimpinan Pelajar Kemendikbud 2017

Live with Passion by Winson the Storyteller Family

Corruption - The Poison In Our Air?

Timun Emas

Aksi Teatrikal Keuarga Pendongeng

Miss Wiwin & Anabel di Idenesia Metro TV

Winson The Storyteller Family

"Timun Emas" Folkrock Mini Opera

Que Sera Sera by Anabel Pendongeng Cilik

Dongeng Radio si Tupai dan si Monyet

Anabel La Winson - What a Wonderful World

Contoh Ice breaking dongeng rock & roll kak Sony Key & Miss Wiwin

Tuesday, April 21, 2009

KACAMATA BUAT ANGGIE


Anggie, hari ini kamu boleh tersenyum bahagia
karena Sabtu depan duniamu tak lagi buram, tak lagi muram.
Tertawalah lepas Anggie ku sayang,
dunia warna-warni tidak lagi hanya dimimpi, dia hadir menemani hari-harimu
Dan lihat kehidupan disekitarmu, semua menghampiri, semua menyapa.
Apa kabar Anggie ?

Puisi pendek diatas kutulis mewakili rasa bahagia Anggie dan keluarganya. Kami terharu sekaligus bahagia bisa menjadi bagian dari prosesi kebahagiaan itu sendiri. Kami bangga bisa mewakili para sahabat yang telah dengan tulus membantu dalam mewujudkan mimpi-mimpi Anggie selama ini. Sekali lagi, terima kasih yang sebesar-besarnya buat para sahabat atas perhatian kalian. Kiranya Tuhan akan tersenyum bangga dengan ketulus ikhlasan kalian.

Hari ini Anggie (usia 7 tahun) sudah menjalani beberapa kali pemeriksaan di Rumah Sakit Marinir Cilandak dan di Optic Melawai. Hasilnya mata kanan Spher : -3; Cyl : -3; Axix : 180. Mata Kiri : Spher : -3; Cyl : -4; Axix 180. Hari Sabtu malam kacamata Anggi sudah bisa diambil.

Akhir kata, semoga moment ini tidak berhenti sampai disini melainkan justru menjadi tonggak awal dalam proses bertoleransi dan berempati terhadap saudara-saudara kita yang belum diberi keberuntungan dalam hidup. Marilah berbagi ….

Kampung Tengah, 21 April 2009

Monday, April 20, 2009

ROCK'S MANTIC BAND



Band ini dibentuk pada tanggal 10 November 2006 di Jakarta. Berawal dari ketertarikan Deni (guitar), Praba (kahun/drum), Desy (vocalis) untuk menyalurkan hoby kami bermain musik. Dengan berbagai perbedaan aliran musik, kami mulai untuk mencoba menyatukan musik yang kami inginkan. Pertunjukan pertama kami di Nirvana Cafe. Walau hanya didukung oleh tiga personil namun permainan kami cukup mendapat respons yang baik dari penonton.

Dengan bergulirnya waktu dan semakin banyak job yang berlimpah, kami memutuskan untuk menambah personil.

Dengan mengusung nama band "ROCK'S MANTIC", menurut kami, nama tersebut diberikan berdasarkan dari aliran musik personil yang rata-rata memiliki selera musik rock. Karena sebuah nama yang enak didengar, sederhana, unik dan cocok maka akhirnya kami memilih nama tersebut.

Lagu yang kami bawakan berjenis Top 40 walaupun kami lebih mengutamakan musik yang beraliran rock yang dikemas secara "Acoustic Version". Selain itu kami memiliki dua vocalis perempuan yang memiliki karakter vocal lady rocker. Begitu pula instrumen yang dimainkan secara kompak oleh para personil sehingga enak untuk didengar.

Track Records :


1. Red & White Music, at Morgan Café, Aston Atrium Hotel

2. Tenda Semanggi Café, Jakarta

3. Nirvana Café Hotel Maharaja

4. Krem Musik Clas Mild, at Universitas Nasional

5. Acoustic at BSI Cengkareng

6. Café Walk Semanggi

7. Serpong Mall, Tangerang

8. Tamini Square Mall

9. Cibubur Plaza Mall

10. Gading Food City, at Kelapa Gading

11. Weeding Party ,at Balai Kartini

12. XL Music acoustic, at Pasar Minggu

13. Guees Star Notebook, at bCafé Senayan

14. Olala Café , Bintaro

15. Marina Acustic Dufan


Apabila tertarik dengan Profile Band ini untuk mengisi event Bapak, Ibu & saudara, please contact us by email at : eskusbi2003@yahoo.com atau mobile : 08568845114 a/n Sony Kusbiono


Kacamata baru untuk murid baru




Minggu ini kelompok belajar bahasa Inggris lebih meriah dibanding minggu-minggu sebelumnya. Ada beberapa orang tua yang mengantar anaknya untuk mengikuti kegiatan kami. Suasana sangat ramai dan hangat. Melihat kondisi tersebut kami sangat bahagia sekali. Ternyata kegiatan yang sudah berjalan sekitar 3 tahunan ini mendapat respons yang baik dari anak-anak yang tinggal disekitar Ciganjur. Antusiame anak-anak begitu kental terasa dan bagi yang mengikuti secara rutin kegiatan ini kini mulai menampakkan hasilnya.

Ketika sedang sibuk mempersiapkan absen dan bahan pelajaran tiba-tiba ada seorang bapak muda menghampiri kami & memperkenalkan diri. Si bapak muda ini mengantar 2 orang murid baru, keduanya perempuan berumur sekitar 8 atau 9 tahun. Yang seorang adalah putrinya dan seorang lagi keponakan. Kedua anak ini ternyata mempunyai problem yang sama dengan mata. Yang satu berkacamata tebal sedang yang satu lagi belum. Bapak tersebut menjelaskan bahwa sang keponakan belum periksa mata karena alasan biaya. Akhirnya si anak harus duduk di deret paling depan karena semua benda dan temannya akan tampak seperti bayangan pada jarak 2 meter. Keinginannya mengikuti kegiatan ini sudah lama ingin diikuti namun karena alasan penglihatan dan perasaan rendah diri dengan kondisinya membuat mereka selalu menunda-nunda hasratnya. Pagi ini mereka nekad mendatangi kegiatan kami dan mengesampingkan alasan-alasan di atas. Sungguh pemandangan yang mengharukan. Dengan kondisi fisik dan ekonomi yang terbatas tidak menyurutkan antusiame mereka dalam belajar.

Dunia kecil komunitas belajar bahasa inggris ini seakan gambaran realita bangsa ini. Kemiskinan yang semakin meningkat dan ketidakacuhan disekelilingnya yang semakin menggila membuat semakin kecilnya kemungkinan terjadinya titik temu diantara keduanya. Mereka berjalan didunianya masing-masing seolah-olah everything’s well done. Tadi malam aku semakin prihatin ketika seorang teman melempar sebuah tema di facebook tentang kemiskinan yang dilihat di depan matanya dengan harapan mendapat respons positif dari pembaca namun yang terjadi malah sebaliknya. Respons yang datang malah seakan memojokkan si miskin. Ada yang berpendapat kenapa tidak bertani saja di desa mereka masing-masing. Ada juga yang mengatakan siapa suruh datang ke Jakarta dan beberapa pendapat lain yang miring terhadap si miskin. Mungkin yang berpendapat adalah orang yang berpendidikan tinggi dengan kondisi ekonomi lebih dari cukup atau bahkan tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi miskin atau dimiskinkan oleh sebuah system dan tatanan hukum yang tidak memihak mereka. Mungkin yang berpendapat adalah orang yang tidak pernah merasakan sebagai buruh kecil yang di phk sementara kebutuhan keluarga tidak bisa ditunda tunda. Berbicara tentang kemiskinan sangat kompleks & rumit. Ibarat mengurai benang kusut kita bingung mau memulai dari mana. Yang mereka butuhkan bukan perdebatan melainkan solusi.

Malam ini aku dan istri merasakan keresahan yang sama. Kami bicara untuk mencari solusi demi mendapatkan sebuah kacamata bagi si murid baru. Berhubung kami adalah keluarga dengan penghasilan yang tidak besar maka perlu dicarikan alternative terbaik. Akhirnya diputuskan bahwa mulai hari ini kami mesti memotong uang belanja untuk disisihkan sampai dengan hari minggu depan. Dengan jalan apapun kami harus mendapatkan sebuah kacamata buatnya. Kami ingin tetap menjaga semangatnya yang menyala-nyala agar tidak padam. Kami ingin memberikan surprise baginya. Kami hanya ingin mengatakan bahwa kami juga mencintainya. Kami ingin melihat sebuah kebahagiaan tulus si anak ketika minggu depan bisa melihat dengan jelas dunia disekitarnya.

Menjelang pagi diskusi kecil ini pun berakhir. Kami berdua berpelukan dan kurasakan air mata istriku menetes dengan hangat didadaku. Air mata bahagia. Sejurus kemudian kami tertidur dengan pulas karena sebuah problem solved.


Kampung Tengah, 20 April 2009

Wednesday, April 15, 2009

School Program Event Roadshow 2009


Mulai bulan Mei 2009 s/d Oktober 2009 kami akan melakukan Roadshow Event kelebih dari 20 sekolah Internasional yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Event ini terselenggara berkat kerjasama Team "Wiwin Dongeng" dengan sebuah perusahaan multinasional dari New Zealand dan Inke Maris Associates.

Event ini adalah event roadshow yang merupakan gabungan antara dongeng, musik akustik, sound effect dan tentu saja promosi. Konten promosi akan diisi oleh Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia). Yang unik dari event ini karena hampir 80% ditutur dan lagukan dalam bahasa Inggris.

Kami mohon doa dan spirit dari para sahabat dongeng semua agar event ini berjalan sesuai rencana. Sukses buat dongeng Indonesia ....

Menggugat Sistem Pendidikan